Padanan kata "picah" dalam bahasa Indonesia adalah gencet, dengan catatan tambahan yang mengikutinya yaitu gencet hingga pecah dengan menggunakan satu atau dua kuku. Bagian permukaan luar ujung jari yang berperan dalam "picah".
Yang menjadi korban "picah" adalah binatang kecil seperti kutu, "gadgad" (gurem), "tuma" (kutu di pakaian), "titih" (kepinding), "tungu" (tungau), juga "klimpit" dan "ketekulan" (kutu parasit yang biasanya hidup menempel pada ayam, anjing,kucing).
Membunuh binatang kecil seperti semut atau nyamuk tidaklah di-"picah" tetapi digencet dengan permukaan bagian dalam ujung jari, bahkan diremas jika dalam jumlah banyak.
Kata "pingseg"(Bahasa Bali) serupa dengan "picah", hanya saja pengertian "pingseg" lebih luas. Mencubit paha anak dengan sangat keras, karena diikuti dengan perasaan marah, disebut dengan "mingseg". "Pingseg" bisa menggunakan satu atau dua permukaan ujung luar jari, bisa juga menggunakan dua permukaan dalam ujung jari.*&*
Komang Berata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar