Kata "ngramanin" (Bahasa Bali) bisa dipadankan dengan kata "sekadar", bahkan "sekadarnya", dalam Bahasa Indonesia. Orang yang "ngramanin" melakukan sesuatu tidak dengan bersungguh-sungguh, tidak berdasarkan niat yang tulus, cenderung hanya agar tampak di ruang itu untuk memenuhi kewajiban atau tujuan tertentu atau agar tidak ketinggalan saja.
Sebagai contoh pemakaian seperti "teka ngramanin" hadir sekadar hadir, "ngramanin teka" sekadar hadir, "magaé ngramanin" bekerja sekadar bekerja, "ngramanin ngenah" sekadar tampak.
"Ngramanin" tidak bisa dipadankan dengan "ngraménin", "sakuala", atau "gamana".*&*
Komang Berata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar