Kamis, 19 Desember 2024

Ulas Kata Mancan

MANCAN

Satu kosakata bahasa Bali yang kerap saya manfaatkan ketika saya berandai-andai adalah mancan, ada juga yang lebih fasih dengan mancana (dibaca: mancanĂª). Sesuatu yang belum terjadi atau sedang dalam proses kosakata mancan ini sangat dibutuhkan keberadaannya.

Semisal saya sedang berbincang dengan teman saya. Topik perbincangan kami adalah hujan deras, sementara jas hujan tidak terselip di bawah jok motor kami. Dengan mendung yang sangat tebal, kecil kemuningkinannya huja segera reda. Spontan bisa saja saya atau teman berbincang saya berucap, "Makelo nget ujane."

Makelo nget ujane itu menyampaikan informasi bahwa lama sudah hujan reda. Terjadilah perbedaan antara yang diberikan dan yang ditangkap. Sama seperti keluhan ketika dalam waktu yang lama di rumah tidak ada air mengalir, makelo nyat yehe. Jika belum ada tanda-tanda hujan segera reda, seharusnya saya atau teman saya berkata, "Tebel gati guleme, nu makelo mancan nget ujane." Mendung sangat tebal, masih lama tiba saatnya hujan reda.

Usaha untuk mendapatkan padanan kita mancan dalam bahasa Indonesia saya lakukan dengan menyusun satu kalimat yang cukup panjang. Kalimat ini, misalnya.

mancan te atau mancana te

makelo mancan teked

Nu makelo beli bakat ajak tiang ngorta mancan teka pingenan nyaman beliné nyagjagin beli dini

Masih lama kakak bisa saya ajak berbincang hingga tiba saatnya kerabat kakak menjemput kakak di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar