Komang Berata
Berdasarkan rasa bahasa, kosakata bahasa Bali (selanjutnya: KBB) dibagi menjadi dua, yakni "degag" (tidak halus, tidak selalu berarti kasar) dan "natya" (halus). Berdasarkan "anggah-ungguh" bahasa, KBB dibagi menjadi tiga, yakni "sor" (bawah), "singgih" (atas), dan "mider" (bawah dan atas). KKB "sor" adalah KBB yang digunakan untuk membahasakan diri pembicara (orang pertama/O1) dan orang atau makhluk lain yang dibicarakan (orang atau makhluk ketiga/O3), KBB "singgih" adalah KBB yang digunakan untuk membahasakan diri lawan bicara (orang kedua/O2) dan orang lain yang dibicarakan (orang ketiga/O3), dan KBB "mider" yang digunakan untuk membahasakan diri O1, O2, dan O3.
Berdasarkan gabungan rasa bahasa dan "anggah-ungguh" bahasa, KBB dibagi menjadi sebelas, yakni KBB "sor degag" (KBB 1) seperti "dingeh"; KBB "sor natya" (KBB 2) seperti "piragi" dan "ton"; KBB "singgih degag" (KBB 3) seperti "pireng"; KBB "singgih natya" (KBB 4) "piarsa" dan "cingak"; KBB "mider degag" (KBB 5) "ngenah"; KBB "mider natya" (KBB 6) seperti "kanten", dan KBB "mider" (KBB 7) seperti "tapin, tampin, tebuk, indang, dan ojog", KBB "sor natya" khusus untuk O3 (KBB 8) seperti "wéhin"; dan KBB "singgih natya" untuk O3 (KBB 9) seperti "sukén", KBB "sor degag" khusus untuk binatang (KBB 10) seperti amah, dan KBB "sor natya" khusus untuk binatang (KBB 11) seperti "teda". Tidak ada KBB "singgih degag" maupun "singgih natya" untuk binatang.*&*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar